PLTS Atap Solusi & Peluang Di Tengah Krisis Energi

Sumber daya yang digunakan sebagai listrik tidak hanya bisa diambil dari salah satu sumber daya alam yang kita miliki saja, karena jika kita menggunakan salah satunya, maka lama kelamaan akan habis dan kita bisa tidak mendapatkan listrik di masa depan. Oleh karena itu, sumber daya yang digunakan untuk membangkitkan listrik harus dari berbagai macam sumber, salah satunya menggunakan Tenaga Surya.

Ada alasan kenapa kita harus memasang panel surya, karena panel surya merupakan salah satu komponen pembangkit listrik tenaga surya, dan apabila digunakan sangat menguntungkan bagi Indonesia yang berada di zona khatulistiwa yang memiliki tenaga surya cukup banyak dan luas.dengan keberlimpahan energi tenaga surya tersebut di nusantara ini sesuai penelitian dapat mencapai tenaga sebesar 207 MW.

Mengapa juga harus menggunakan tenaga surya? mengingatkan kita tentang bagaimana kondisi bumi kita hari ini yang terdampak perubahan iklim yang begitu signifikan yang bahaya latennya dapat melebih pandemi maupun resesi hingga ke anak cucu kita nanti. Lalu kaitan dengan tahun 2050 yang terdampak adalah mencairnya es-es di kutub yang memicu perubahan ekstrem yang dapat dilakukan solusi dengan mengurangi zat emisi karbon.

Indonesia bisa krisis energi,  melihat dari cadangan minyak bumi yang apabila kita tidak menemukan energi pengganti dapat habis dalam 9 tahun, bersamaan juga dengan gas bumi yang dapat kita gunakan untuk masak sehari-hari yang dapat habis 19 tahun apabila tidak menemukan penggantinya, sedangkan listrik memang masih erat dengan kaitan batu bara, tetapi untuk batu bara dalam ketersediaanya masih panjang sebanyak 2 dekade sehingga hari ini kita masih dapat menggunakan listrik dengan harga yang murah serta para pengusaha batu bara masih bergelimpangan dengan harta.

Potensi EBT masih besar untuk tangani krisis energi dalam negeri, Pengertian Transisi Energi, Transisi energi adalah jalan menuju transformasi sektor energi global menjadi nol-karbon. Hal ini mengacu pada pergeseran sektor energi global dari sistem produksi dan konsumsi energi berbasis fosil (gas alam, minyak, dan batu bara) ke sumber energi terbarukan seperti angin, matahari, dan baterai lithium-ion. Transisi energi merupakan upaya dalam menekan risiko pemanasan global yang berpotensi mengancam kehidupan yang layak di masa mendatang, dengan menggunakan sumber daya berkelanjutan (sustainable).

Urgensi Transisi Energi, Perubahan Iklim: perubahan pola cuaca rata-rata jangka penjang yang menentukan iklim lokal hingga global bumi. Gas Rumah Kaca: Gas ini memiliki sifat menyerap radiasi Inframerah yang dilepaskan oleh permukaan bumi, lalu memancarkannya kembali ke permukaan bumi, sehingga membuat bumi semakin panas, desentralisasi Energi: Hal ini merupakan upaya untuk mencapai solusi akses listrik ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu, setiap daerah dapat menghasilkan dan mengonsumsi sumber daya secara mandiri sesuai kebutuhan masing-masing.

Perkembangan PLTS Atap yang menjadi solusi dari krisis energi,  Capaian PLTS Atap s.d Februari 2022 sebesar 5.321 Pelanggan dan Kapasitas 59,84 MWp atau sebesar 13,3% dari target di tahun 2022. Dalam 4 tahun terakhir, pelanggan PLTS di Indonesia meningkat 1.000% lebih yang awalnya hanya 350 pelanggan. PLTS diminati banyak pelanggan di Indonesia karena memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sebagai penghematan tagihan listrik bulanan. Penghematan yang didapat bisa mencapai 50% tergantung kapasitas dan kondisi beban harian rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.